Nasheed
Ukhuwah Islamiyah
Friday, November 27, 2009
Virtues of Friday
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
8:13 AM
0
comments
Labels: Islam for The World
Retrieving Youth
Islam is not only a religion but it is a complete life system. We are not be able to know islam with out connection. So revive with us and say your friends to be a retrieving Youth. Work actively Insha Allah, Allah will give you the perfect result.
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
8:04 AM
0
comments
Labels: Ringan Berbobot
Friday, October 30, 2009
7 Reasons to Read the Glorious Quran
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
10:35 AM
0
comments
Labels: Islam for The World
Saturday, October 24, 2009
Diet..oh...Diet

6. Memperbanyak minum air putih, air putih banyak sekali khasiatnya, terlebih untuk kesehatan badan dan otak. Seseorang yang sedang belajar dianjurkan banyak mengkonsumsi air putih, begitu juga halnya dengan orang yang sedang berdiet, dianjurkan memperbanyak minum air putih.
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
10:54 AM
0
comments
Labels: Fiqh Kontemporer
Saturday, October 17, 2009
To Be Better
Begitu pun sebaliknya
Dalam setiap kejahatan, pasti ada setitik kebaikan
Tidak ada yang sempurna di dunia ini
Tidak ada sesuatu yang benar seutuhnya
Tidak ada sesuatu yang salah seutuhnya
Kebenaran sejati datangnya hanya dari Allah
Lalu bagaimanakah kita akan belajar menjadi lebih baik?
Hanya TAQWA yang akan menjadikan kita lebih baik di mata-Nya!
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
11:18 AM
0
comments
Labels: Ringan Berbobot
Apply Protection Prayer God Of Four Ugliness
"O Allah, I seek refuge in You from knowledge which is not useful, from a heart that does not khusyu ', the passion which is never satisfied, and of a prayer that is not granted." (Reported by Muslim, 4899)
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
10:29 AM
0
comments
Labels: Islam for The World
Friday, October 16, 2009
A Note from Heeran
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
11:00 PM
0
comments
Labels: Voice of America
Thursday, October 15, 2009
Nganggur? No! No! No!
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
3:50 PM
0
comments
Labels: Muhasabah Mahabbah, Voice of America
Wednesday, October 14, 2009
Mimpi di Atas Mimpi
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
6:42 PM
0
comments
Labels: Ringan Berbobot
Monday, October 12, 2009
Cerita Hati
- Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya
- Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
2:57 PM
0
comments
Labels: Voice of America
Sunday, October 11, 2009
Bersin dan Menguap
Rasulullah bersabda:
عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (( إن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب، فإذا عطس فحمد الله فحق على كل مسلم سمعه أن يشمته، وأما التثاؤب فإنما هو من الشيطان فليرده ما استطاع، فإذا قال: ها، ضحك منه الشيطان )) صحيح البخاري في الأدب
Nabi menjelaskan bagaimana seseorang yang mendengar orang yang bersin dan memuji Allah agar membalas pujian tersebut.
(( إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله، وليقل له أخوه أو صاحبه: يرحمك الله، فإذا قال له يرحمك الله فليقل: يهديكم الله ويصلح بالكم )) صحيح البخاري في الأدب: 6224
Apabila salah seorang diantara kalian bersin, maka ucapkanlah Al-Hamdulillah, dan hendaklah orang yang mendengarnya menjawab dengan Yarhamukallahu, dan bila dijawab demikian, maka balaslah dengan ucapan Yahdikumullahu wa Yushlihubaalakum (HR. Bukhari, 6224)
Dan sekarang mengatakan, “Menguap adalah gejala yang men para dokter di zamanunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Dan hal ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Dan menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam !!! Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, maka masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk nabawi yang mulia agar kita melawan “menguap” ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah hal seperti debu, haba’ (sesuatu yang sangat kecil, di udara, yang hanya terlihat ketika ada sinar matahari), atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat, bersin datang dari Yang Maha Rahman (Pengasih), sebab padanya terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari syaithan sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dan atas setiap orang hendaklah memuji Allah Yang Maha Suci Lagi Maha Tinggi ketika dia bersin, dan agar meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk ketika sedang menguap (Lihat Al-Haqa’iq Al-Thabiyah fii Al-Islam: hal 155)
disarikan dari : alsofwah.or.id – 13 Ramadhan 1424/071103
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
7:43 PM
0
comments
Labels: Fiqh Kontemporer
Di Balik Symbol Metal
Waduh, Pak Sarcozy.... Kasian rakyat Perancis, Pak... Masa' mereka diajarin nyembah setan...Ilhwah fillah... Mohon ini dijadikan renungan. Jangan sampai pemuda dan pemudi muslim mengikuti apa yang dilakukan organisasi ini. Mereka tidak akan berhenti hingga kita mengikuti jalan mereka. Pengaruh mereka sangat kuat, anggota organisasi mereka pun orang-orang berpengaruh dari seluruh dunia. Bukan tidak mungkin mereka sanggup menginfiltrasi dan menyusup ke pemerintahan lalu menyusupkan simbol-simbol mereka dengan lebih terbuka.
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
2:54 PM
0
comments
Labels: Interpretation of Symbols
Letter To My Future Self
Claude-Shima in the future
in here daily busy life
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
8:51 AM
0
comments
Labels: Aktualisasi Diri
Saturday, October 10, 2009
Izinkan Aku Mencintaimu
Ya Allah,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu,
lembar demi lembar kitab kupelajari,
untai demi untai kata para ustadz kuresapi,
tentang cinta para nabi, Tentang kasih para sahabat,
tentang mahabbah para pelindungMu Tentang kerinduan para syuhada
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme
yang mengawang di awan,
Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu,
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi,
dan menegakkan jiwaku kembali,
Menatap, memohon, dan menghibaMu:
Allahu rahiim, Ilaahi rabii, perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku
Dengan segala kelemahanku
Ilahii,
Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran menanggung derita
umpama Nabi Ayyub Alaihissalam,
Musa Alaihissalam, Isa Alaihissalam, hingga Al Musthofa Sholallahu'alaihi wassalam,
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku
Rabii,
aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga
atau,
layaknya Umar yang menyerahkan separuh harta demi jihad.
atau, Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.
Izinkan aku mencintaiMu, melelui seratus-dua ratus perak yang terulur
pada tangan tangan kecil di perempatan jalan,
pada wanita wanita tua yang menadahkan tangan dipojok-pojok jembatan.
pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handaitaulan,
Ilaahii,
aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu,
hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya,
karena itu Ya Allah,
perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia,
Robii, aku tak dapat beribadah ala para sufidan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
maka,
izinkanlah aku untuk mencintaiMu dalam satu-dua rekaat lailku,
dalam satu dua sunnah nafilahMu
dalam desah napas kepasrahan tidurku
Yaa, Maha rahmaan,
aku tak sanggup mencintaiMu bagai al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku
lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.
ya Rahiim,
aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu
seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadNya bagiMu.
maka perkenankanlah aku mencintaiMu,
dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.
Maka,
izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru,
Allahu Kariim,
aku tak sanggup mencintaimu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkanlah putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda bijimatanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.
Allahu Rahmaanurrahim. Ilaahi Rabbii,
perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
........... Agar,
cinta itu mengalun dalam jiwa.
(Mutiara Amaly hal 29 volume 64)
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
7:14 PM
0
comments
Labels: Corat-Coret Bawah Tanah
If Tomorrow Never Comes
Andai aku tahu ini saat terakhir aku melihatmu terlelap,
Aku akan memeluk erat dirimu, aku akan memohon kepada Tuhan ‘tuk melindungimu.
Andai aku tahu ini saat terakhir aku melihatmu kau meninggalkan rumah,
Aku akan memeluk dan menciummu, memanggilmu serta memeluk dan menciummu sekali lagi.
Andai aku tahu ini saat terakhir aku mendengar seruan doamu,
Aku akan merekam setiap gerakan, setiap tatapan, setiap senyuman, setiap ucapanmu,
Agar aku dapat mendengarnya lagi, setiap hari.
Andai aku tahu ini saat terakhir,
Akan kuluangkan waktu mengatakan kepadamu “Aku mengasihimu” meski kau sudah mengetahuinya.
Andai aku tahu ini saat terakhir kita, momen terakhir kita,
Aku akan di sisimu, berada bersamamu sepanjang hari daripada berpikir “Ah, aku yakin kesempatan lain akan datang, jadi kubiarkan saja hari berlalu.”
Tentu saja akan ada hari untuk memperbaiki segala hal,
Dan kita akan punya kesempatan kedua untuk melakukan segala hal dengan benar.
Ah, tentu saja akan ada hari lain bagi kita untuk mengucapkan, “Aku mengasihimu.”
Dan tentu saja akan ada kesempatan lain untuk saling mengatakan, “Dapatkah aku membantumu?”
Namun bagiku, tak ada lagi kesempatan itu!
Kau tak lagi ada di sisiku, dan sekarang adalah hari terakhir kita—perpisahan kita.
Karenanya aku ingin mengatakan betapa aku mengasihimu
Aku berharap kau tak melupakan itu.
Esok tidak dijanjikan kepada siapa pun, tua maupun muda.
Hari ini mungkin menjadi kesempatan terakhirmu untuk memegang erat tangan orang yang kaukasihi dan menunjukkan perasaanmu.
Jika kau menanti hari esok, mengapa tak kau lakukan sekarang?
Karena jika hari esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesalinya seumur hidupmu
Tak ada waktu lagi untuk senyuman, percakapan, pelukan, ciuman,
Karena kau terlalu sibuk memberi orang itu apa yang menjadi harapan terakhirnya.
Karenanya peluklah erat orang yang kau kasihi, teman-temanmu, keluargamu,
Dan bisikkan di telinganya betapa kamu sangat mengasihinya, dan ingin mereka berada dekat denganmu.
Gunakan waktumu untuk mengatakan
“Maaf,”
“Silakan,”
“Maafkan aku,”
“Terima kasih,”
Atau bahkan “Itu tidak perlu,”
“Tak apa-apa.”
Karena jika hari esok tak pernah datang, kau tak perlu menyesal sekarang.
Masa lalu tak dapat kembali, dan masa depan mungkin tak akan datang!
Menunda pekerjaan akan sangat merugikan. Ana ada pengalaman ketika harus mengerjakan beberapa tugas dan esok harinya ada ulangan. Larut malam baru selesai semua tugas dan ana terlalu lelah untuk belajar. Ana bahkan tidak membuka bahan ulangan sama sekali karena ana pikir masih ada cukup waktu jika ana bangun pagi sebelum subuh dan belajar. Tapi ternyata ana masih kalah dengan syetan, ana tertidur dan tidak bisa bangun tepat waktu. Akhirnya, semua berjalan tidak sesuai dengan yang ana harapkan. Tetapi waktu tidak bisa diulang, penyesalan selalu datang di belakang. Andai saja ana teruskan belajar malam itu.... Meskipun payah, meskipun lelah... Ana masih bisa istirahat sebentar setelah mengerjakan tugas, lalu melanjutkan belajar...
Hm, seandainya saja....
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
3:39 PM
0
comments
Labels: Muhasabah Mahabbah
Letter To My 10 Year Old Self
To:
10 Year Old Claude-Shima
in her dream world that couldn't find by anyone else
Assalamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh
Dear Shima, how's life for you?
Mungkin saat surat ini sampai, kamu sedang tidur pulas karena kelelahan di sekolah. Masuk siang pulang sore memang membosankan, waktu istirahat jadi berkurang. But, don't be worry! Insya Allah semua akan berjalan baik adanya....
Sekarang sedang semangat-semangatnya belajar Bahasa Inggris ya? ^_^
Boleh-boleh... tapi jangan sampai lupa dengan pelajaran yang lain lho ya!
Well, surat ini datang dari masa depan... Dari Shima yang sekarang ini ada di Amerika Serikat. Dari dirimu sendiri di masa depan.
Mungkin kamu terkejut, mungkin kamu tidak percaya bahwa takdirmu dengan cepat berubah. Dalam tempo kurang dari satu dekade kamu telah melanglang buana di negeri asing. Sungguh jauh dari apa yang kamu harapkan sekarang, di pikiranmu yang baru 10 tahun. Tapi jika ALLOH menghendaki, apa pun yang akan terjadi pasti terjadi. Bahkan ketika saat ini, di usiamu yang 10 tahun, kamu belum mengharap akan belajar di luar negeri dan hidup berdampingan dengan warga dunia pun ALLOH sudah menentukan takdirmu.
Shima... andai waktu bisa diulang dan kembali ke usiamu yang sekarang, tentu aku akan meniti kembali jalanku dan memberikan yang terbaik. Sehingga tak perlu ada kegagalan yang memilukan dan kesalahan yang menyesakkan. Tak akan ada orang yang merasa tersakiti dan kecewa karena arogansi sikapmu.
Tapi waktu terlanjur mengalir, tak terbendung... menelan aliran-aliran sungai kecil waktu yang mungkin terasa tak berharga. Tak berharga karena terbuang sia-sia... Tentu sekarang telah menjadi sungai yang besar. Sungai berarus deras dan siap bemuara ke gerbang laut. Sungai yang kaya, sungai dengan air jernih hingga setiap orang bisa mengambil manfaat darinya, sungai memberi tempat tinggal pada ikan dan biota... Dan kamu ikut andil dalam perjalanannya.
Dengan surat ini, aku ingin mengucapkan terima kasih atas segala usaha yang kamu lakukan untuk membentuk 'aku' yang sekarang ini. Terima kasih untuk senyum dan air mata yang mengiring, juga do'a dari hati kecilmu di tiap malam. Sungguh, aku tidak pernah menyesal pernah menjadi dirimu... Aku bangga memilikimu dalam sejarah hidupku...
Mungkin ada dari keinginan-keinginanmu yang tak bisa kuwujudkan, tapi yakinlah apa yang diberikan ALLOH adalah yang terbaik. Dia Maha Tahu, Maha kuasa atas hamba-Nya... Bersabarlah, mungkin ALLOH akan mengabulkannya nanti di saat kamu benar-benar siap. Perbanyaklah bersyukur, agar ALLOH melipatgandakan kenikmatan atasmu.
“Sungguh baik nasib orang yang beriman karena dalam semua keadaan mereka mendapat kebaikan. Dan tidak ada habuan baik seperti ini kecuali bagi mereka yang beriman. Apabila mendapat kesenangan maka ia akan bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan apabila ditimpa musibah maka ia bersabar, maka sabar itu baik baginya.” (Hadis riwayat Muslim)
Untuk diriku yangs sekarang dengan usia yang semakin matang tentunya ingin menjadi lebih baik lagi. Ingin semakin dekat dengan-Nya, ingin berjuang di jalan-Nya, ingin menegakkan agama-Nya....
Tetap jadilah mutiara kecil yang putih dan berharga. Jadilah 'perubahan' yang ingin kau lihat di dunia.
Best regards,
Claude-Shima
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
3:19 PM
0
comments
Labels: Aktualisasi Diri
Bunga Rampai

Alhamdulillah...
Alhamdulillah...
Washsholatu wasallamu `alaa asyrofil anbiyaai nabiyyinaa muhammadin wa `alaa aalihi wa ashhaabihi ...
Pemuda dan pemudi memiliki peranan penting dalam memajukan agama ini. Kita sebagai generasi penerus dari para syuhada yang telah berjuang di jalan ALLOH, harus mampu melanjutkan perjuangan mereka di masa kini. Kita berjuang dengan apa yang kita miliki, dengan bidang yang kita kuasai. Mari kita bersimbiose dengan teknologi, jadikan ia kawan yang memberi manfaat, dan bukan pengkhianat yang membawa mudharat.
Ikhwah fillah... lihatlah bagaimana kejayaan Islam di masa lampau. Islam menguasai Spanyol, Italia, Sisilia, India, dan beberapa negara lainnya. Seorang pakar pendidikan asal Malaysia bernama Hasan Langgulung pernah mengatakan, bahwa dunia Islam dahulunya pernah mengalami kejayaan dan menjadi superpower selama kurang lebih 7 abad yang peninggalannya hingga saat ini masih bisa kita lihat. Bahkan Spanyol pernah tercatat di dalam Guinness Book of Record sebagai negara yang paling tinggi kunjungan wisata antar negaranya. Hal ini dikarenakan adanya arsitektur dan bangunan yang indah, megah, pun kokoh di negara ini, seperti di Sevilla, Granada, yang semuanya itu adalah karya-karya besar Umat Islam (http://thenafi.wordpress.com/category/ceramah-agama-islam/).
Di masa kini, dengan teknologi dan peralatan yang makin canggih didukung pendidikan yang makin berkembang seharusnya kita bisa meraih lebih dari yang kita raih di masa lampau. Marilah kita berjuang di jalan-Nya dengan bakat dan kemampuan yang kita miliki. Mari kita mensyukuri anugerah ALLOH dengan mengamalkan ilmu dan membantu saudara kita yang lain. Mari kita bersatu dan berlomba-lomba dalam kebaikan! ALLOHU AKBAR!
Tiada gading yang tak retak, jangan sungkan-sungkan menegur ana jika ada salah maupun khilaf. Ana hanyalah hamba-Nya yang dhoif dengan segala kekurangan dan ketebatasan. Kita belajar, melangkah, dan berjuang bersama!
Salam hangat, salam ukhuwah!
Claude-Shima de Bounevialle
^_^
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
1:35 PM
0
comments
Labels: Aktualisasi Diri









