To:
10 Year Old Claude-Shima
in her dream world that couldn't find by anyone else
Assalamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh
Dear Shima, how's life for you?
Mungkin saat surat ini sampai, kamu sedang tidur pulas karena kelelahan di sekolah. Masuk siang pulang sore memang membosankan, waktu istirahat jadi berkurang. But, don't be worry! Insya Allah semua akan berjalan baik adanya....
Sekarang sedang semangat-semangatnya belajar Bahasa Inggris ya? ^_^
Boleh-boleh... tapi jangan sampai lupa dengan pelajaran yang lain lho ya!
Well, surat ini datang dari masa depan... Dari Shima yang sekarang ini ada di Amerika Serikat. Dari dirimu sendiri di masa depan.
Mungkin kamu terkejut, mungkin kamu tidak percaya bahwa takdirmu dengan cepat berubah. Dalam tempo kurang dari satu dekade kamu telah melanglang buana di negeri asing. Sungguh jauh dari apa yang kamu harapkan sekarang, di pikiranmu yang baru 10 tahun. Tapi jika ALLOH menghendaki, apa pun yang akan terjadi pasti terjadi. Bahkan ketika saat ini, di usiamu yang 10 tahun, kamu belum mengharap akan belajar di luar negeri dan hidup berdampingan dengan warga dunia pun ALLOH sudah menentukan takdirmu.
Shima... andai waktu bisa diulang dan kembali ke usiamu yang sekarang, tentu aku akan meniti kembali jalanku dan memberikan yang terbaik. Sehingga tak perlu ada kegagalan yang memilukan dan kesalahan yang menyesakkan. Tak akan ada orang yang merasa tersakiti dan kecewa karena arogansi sikapmu.
Tapi waktu terlanjur mengalir, tak terbendung... menelan aliran-aliran sungai kecil waktu yang mungkin terasa tak berharga. Tak berharga karena terbuang sia-sia... Tentu sekarang telah menjadi sungai yang besar. Sungai berarus deras dan siap bemuara ke gerbang laut. Sungai yang kaya, sungai dengan air jernih hingga setiap orang bisa mengambil manfaat darinya, sungai memberi tempat tinggal pada ikan dan biota... Dan kamu ikut andil dalam perjalanannya.
Dengan surat ini, aku ingin mengucapkan terima kasih atas segala usaha yang kamu lakukan untuk membentuk 'aku' yang sekarang ini. Terima kasih untuk senyum dan air mata yang mengiring, juga do'a dari hati kecilmu di tiap malam. Sungguh, aku tidak pernah menyesal pernah menjadi dirimu... Aku bangga memilikimu dalam sejarah hidupku...
Mungkin ada dari keinginan-keinginanmu yang tak bisa kuwujudkan, tapi yakinlah apa yang diberikan ALLOH adalah yang terbaik. Dia Maha Tahu, Maha kuasa atas hamba-Nya... Bersabarlah, mungkin ALLOH akan mengabulkannya nanti di saat kamu benar-benar siap. Perbanyaklah bersyukur, agar ALLOH melipatgandakan kenikmatan atasmu.
“Sungguh baik nasib orang yang beriman karena dalam semua keadaan mereka mendapat kebaikan. Dan tidak ada habuan baik seperti ini kecuali bagi mereka yang beriman. Apabila mendapat kesenangan maka ia akan bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Dan apabila ditimpa musibah maka ia bersabar, maka sabar itu baik baginya.” (Hadis riwayat Muslim)
Untuk diriku yangs sekarang dengan usia yang semakin matang tentunya ingin menjadi lebih baik lagi. Ingin semakin dekat dengan-Nya, ingin berjuang di jalan-Nya, ingin menegakkan agama-Nya....
Tetap jadilah mutiara kecil yang putih dan berharga. Jadilah 'perubahan' yang ingin kau lihat di dunia.
Best regards,
Claude-Shima
Nasheed
Ukhuwah Islamiyah
I only hope I can be half as good a friend to you. It's people like you who make a difference in this world!
Saturday, October 10, 2009
Letter To My 10 Year Old Self
Posted by
Claude-Shima de Bounevialle
at
3:19 PM
Labels: Aktualisasi Diri
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment