Ukhuwah Islamiyah

I only hope I can be half as good a friend to you. It's people like you who make a difference in this world!

Monday, October 12, 2009

Cerita Hati


Ana dan Saki sedang berjalan di lobi ketika seorang cewek bule berambut blonde dengan dandanan ala Harajuku Style datang menghampiri kami. Dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi si cewek mengulurkan tangannya pada Saki dan langsung nyerocos, "Hai, you must be Saki! Are you from Japan? I'm Monica, I really love Japan. I've learnt Japanese for two years. Nice to meet you, Saki!". Dengan gelagepan dan masih terbengong-bengong Saki menjawab, "Nice to meet you too...".

Well, itu tadi selintas pembicaraan antara Monica dan Saki. Monica merupakan salah satu siswi grade SENIOR di Elizabeth High School, tempat ana menuntut ilmu sekarang ini. Dia terkenal seantero sekolah lantaran dandanannya yang funky (baca: norak, menurut ana sih) dan make-up heboh khas anak-anak Jepang under label Harajuku Style yang katanya sekarang lagi trend. Monica memang tergila-gila pada Jepang, setiap hari ia pergi sekolah dengan dandanan Harajuku lengkap mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Oke-oke, no problem! This is America, kamu bisa pakai apa pun yang kamu mau.
Kembali ke cerita di atas, karena ana anggap Monica bakal lama ngobrol dengan Saki, so.... mereka ana tinggal (tentunya setelah basa-basi dikit dan pamitan). Ana masih bisa senyum di depan mereka, bahkan ana masih bisa berkata "it's interesting" di depan Saki dan Monica saat mereka membicarakan budaya Jepang.... Tapi, jauh di dalam hati ini ana MENANGIS... Ana merasa kecil... sangat kecil.... Ana merasa tidak ada apa-apanya dibanding Saki. Seorang gadis dari Jepang, sebuah negara maju di Asia. Di mana budayanya meluas ke seluruh dunia dan bahasanya kini banyak diminati dan diajarkan di sekolah-sekolah Amerika.

Terus terang, sempat ana merasa minder... Ada 8 siswa asing di Elizabeth High School. Mereka masing-masing dari Jerman (2 orang), Jepang (1 orang), Korea Selatan (1 orang), Brasil (2 orang), Kazakhstan (1 orang), dan Indonesia (1 orang) yaitu ana sendiri. Hampir semuanya berasal dari negara maju dan bisa dipastikan dari semua negara di atas yang paling tidak familiar di telinga orang Amerika adalah Indonesia.

Tapi entah kebetulan atau apa, saat ini USA tengah dilanda 'gila Jepang'. Anime diputar di mana-mana, komik Jepang bertebaran, Harajuku jadi trend, dan di Elizabeth High School nggak cuma satu-dua siswa yang tengah mempelajari bahasa Jepang. Ckckckkckkkcck....

So, kehadiran seorang gadis Jepang di sini tentu menyedot perhatian banyak orang. Dalam tempo singkat yang ngajak kenalan Saki bejibun, mulai dari yang kenalan biasa sampai yang nekat kasih nomor ponsel. Mulai dari Freshmen sampai Senior. Wuihhhh!!! Muy bien! Well, sebenarnya bahasa Inggris ana juga gak jelek-jelek amat kok. Concellor (guru pembimbig) mengizinkan ana mengambil kelas-kelas yang sulit karena percaya bahwa ana mampu (alhamdulillah). Tapi ternyata jago cas-cis-cus English aja gak menjamin bisa cepet dapat teman, latar belakang negara sedikit banyak mempengaruhi.

Setelah sempat minder selama seminggu, ana berjanji pada diri ana bahwa minder itu gak ada gunanya. Sekarang toh di Amerika kita sama-sama belajar. Buat apa terkenal hanya karena negara asal tapi bukan karena KEMAMPUAN/INTELEGENSIA kita. Buat apa kalo negara kita terkenal tapi kepribadian kita gak mewakili kepribadian bangsa kita. Nah lho...!

Mendingan gak dikenal dulu tapi muncul ke permukaan secara perlahan dengan menunjukkan manner sebagai bangsa Indonesia. Indonesia gak kalah unggul kok dari negara lain! Apa coba yang terkenal dari Jerman dan Brasil? Sepak bola! Apa yang terkenal dari Korea? Kim Bum! (Waduh... keseringan liat tipi nih!). Kazakhstan? Penyanyi t.A.T.u!

Hello.......!!! Indonesia punya budaya yang lebih kaya dan menunggu untuk dibangkitkan!! Kita punya tarian mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Mentawai ke Pulau Rote.... Semuanya beda-beda dan khas! Anak Indonesia juga cerdas-cerdas, sumber daya alam melimpah ruah, tanah subur makmur... Apalagi coba yang kurang?

Kita punya hak untuk sejajar dengan negara lain, kita punya modal dan SDM. Tinggal mendisiplinkan warganya, terutama kaum PEMUDA untuk menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Pasti inget dong di pelajaran Kewarganegaraan mengenai apa saja kewajiban warga negara? ^_^

Oke deh, mari kita inget-inget lagi:
  • Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya

  • Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik
Meskipun jauh dari tanah air, ana justru merasa semakin bangga sebagai warga Indonesia. Tiap kali ditanya dari mana ana berasal, ana pasti dengan bangga akan menjawab Indonesia. Kalau mereka masih belum tahu di mana letak Indonesia, dengan penuh semangat ana akan menjelaskan mulai dari longitude dan latitude sampai letak geografis dan ekonomis negara kita. Batas negara tidak ada di dalam peta, batas negara ada di dalam hati manusia. Pengabdian kepada negara tidak dibatasi tempat, pengabdian hanya butuh keikhlasan dalam pengorbanan.

Alhamdulillah, sekarang ana udah dapat teman yang melihat ana bukan dari negara ana... Meskipun dia bukan muslim, tapi (Insya ALLOH) niat persahabatannya tulus. Ana sadar, ana hidup di lingkungan non-muslim. Tapi bukan berarti ana harus menghindari mereka tanpa mau mengenal satu sama lain. Ana justru ingin dekat dengan mereka dan menunjukkan bagaimana attitude seorang muslim sejati. Agar tidak ada kesalahpahaman yang mengakibatkan perpecahan dan opini negatif tentang Islam.

Jadi double deh bangganya.... ^_^ Bangga sebagai muslim sekaligus bangga sebagai bangsa Indonesia!

Muslim yang baik harus bisa memancarkan kebaikan dan kasih sayang serta penuh manfaat dan berkah. Ia melakukan kebaikan dan mengajak orang lain kepada kebaikan pula. Ia menerangkan dan menunjukkan hal-hal yang ma'ruf, sehingga ia layak disebut sebagai kunci kebajikan dan penutup pintu kejahatan. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda,

"Sungguh beruntung seorang hamba Allah yang (dijadikan-Nya) sebagai kunci pembuka kebaikan dan sekaligus pengunci bagi kejahatan."


Ya Rabb,, sungguh hamba ingin menjadi seperti itu!

0 comments: